Path Facebook Instagram Twitter Google+

Subang

Entah kenapa posting kali ini ingin aku buat khusus membahas tentang
kota kecil Subang. Sebelum mengetahui rumah paklek dan menginjakkan
kaki disana sekali pun tak pernah aku mendengar nama tersebut. Kota
kecil ini terletak di Jawa Barat dan merupakan kota yang berada di
sekitar gunung tangkuban perahu yang berbatasan langsung dengan ibu
kota propinsi Jawa Barat, Bandung. Karena termasuk kota perbukitan,
maka jalan-jalan disini pun banyak yang naik-turun. Selain itu keadaan
disini masih tenang tenteram adem ayem tidak seperti di Surabayaku
tercinta. Udara disini dinginnya tidak seberapa sih, tapi tadi pas aku
coba bangun tidur langsung mandi lalu sholat baru deh terasa dinginnya
(selama bulan Ramadan kemarin aku sering mandi sebelum waktu imsyak,
bahkan mandi jam segitu masih lebih hangat dari pada mandi disini jam
5 pagi). Cuaca disini cenderung berawan dan sedikit cahaya matahari
(benar-benar perbedaan yang mencolok jika dibandingkan dengan
Surabaya).
Selama aku disini aku belum pernah bertemu cuaca cerah sekalipun.
Kalau tidak sore maka hujan datang di pagi hari, pakaian pun sulit
keringnya kalau disini. Paling cepat dua hari pakaian baru kering, itu
pun tak sekering layaknya kalian menjemurnya di Surabaya. Aku baru
sadar kalau waktu sholat disini tak begitu jauh berbeda dengan Jakarta
ketika kemarin aku dengar suara adzan dari masjid yang disusul oleh
suara adzan di televisi. Berarti kalau mau ke Jakarta jaraknya pasti
sudah dekat :D. Hm.. apalagi ya? Oh iya. Tahu somay kan? Itu lho
jajanan asal kota Bandung dan sekitarnya. Nah.. kemarin atau
kemarinnya lagi ya? Ah gak penting. Kan aku beli nih ceritanya
(sebenarnya di jajanin saudaraku :P ). Setelah si abang somay bertanya
campur semua kah? Maka aku menjawab gak pake kubis bang. Lalu
saudaraku tanya padaku "Kubis itu apaan? Jangan pake bahasa Jawa!".
Emang kubis bahasa Jawa ya? Hm.. tapi si abang tau kok tanpa aku
nunjukin yang mana. Setelah bertanya pada saudaraku ternyata kalau
disini itu julukannya kol hahaha.

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Subang

Mail From Opera

Beberapa waktu yang lalu kan aku mendaftar jadi translator dan jadi
occ di opera software. Dari pihak translator aku sudah mendapat
balasan dan aku meminta mereka mengirimkannya melalui pos tapi sampai
sekarang aku belum tahu apa isinya karena sekarang aku masih berada di
rumah paklekku. Kemarin sore aku mendapat balasan dari pihak occ yang
menanyakan tahun berapa aku akan lulus dan sebenarnya mereka juga
bertanya dimana aku kuliah. Karena tidak begitu memahami pertanyaan
berbahasa inggris itu maka aku hanya menjawab tahun kelulusan saja.
Barusan pulang dari jalan pagi (kapok naik sepeda :P) aku membuka
inbox dan membaca balasan dari jawabanku kemarin.
Hahaha. Aku tertawa karena membaca surat dari Zara (pegawai opera
software yang bertugas melengkapi berkas para pendaftar occ, mungkin
hehe) yang kebingungan. Di surat yang kedua dia menegaskan kalau
mereka (opera software) tidak bisa mendata kalau aku hanya menuliskan
program dalam perkuliahanku. Hm.. Professional Certification Program.
Tidak salah kalau mereka mengira itu adalah nama sebuah jurusan hahaha
nasib nasib. Lalu aku membalas surat itu dan memberitahu bahwa itu
adalah nama perguruanku dan aku mengambil jurusan developer aku juga
menambahkan bahwa aku kuliah di sebuah perguruan kecil (memperhalus
pasangan kata tidak terkenal hihihi :D ). Sudah, sekarang tinggal
menunggu balasan dari mereka dan semoga tidak mengecewakan :).

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Mail From Opera

Journey To The West (Part 2)

Bingung postingnya mau di kasih judul apa, sama aja lah kayak yang
kemarin tapi ditambah part 2 hehe.
Malam ini adalah malam kedua aku tidur di rumah paklek di Subang
(kenapa postingnya selalu tiap malam kedua menginap ya? hanya
kebetulan kali). Tadi pagi aku keliling kompleks naik sepeda. Karena
tidak tau kalau ternyata disini jalannya naik dan turun aku santai
saja pinjam sepeda paklek. Setelah puter kompleks sekali aku turun
menuju jalan raya dengan harapan permukaan jalan raya lebih datar
daripada jalan di kompleks. Setelah tiba di TKP tak banyak perbedaan
yang aku temukan, permukaan jalan masih saja menanjak dan menurun
hanya saja permukaan lebih lebar, lebih ramai, lebih rata hanya
terdapat sedikit lubang dan kerusakan. Karena sudah terlanjur sampai
maka aku menyempatkan untuk berkeliling sekali. Saat kembali ke rumah
tanjakan yang harus dilalui lumayan panjang. Pantas saja tadi pas aku
turun pedagang cimol dan abang becak sampai turun dan mendorong
kendaraan masing-masing, akupun yang sudah kepayahan menggenjot sepeda
turun dan menuntun sepeda hingga sampai rumah. Haaah, benar-benar
melelahkan. Besok pagi lari-lari aja deh.
Oh iya yang mau tau perjalanan panjangku kemarin baca update twitter
atau status fbku aja :D belum sempat cerita nih, lain kali deh janji
aku ceritain. Sampai jumpa di posting berikutnya :).

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Journey To The West (Part 2)

Journey To The West

Malam ini adalah malam keduaku tidur di desa. Bapak, ibu, kakak juga
keponakanku sudah balik ke Surabaya tadi sore. Aku masih tinggal
karena besok pagi akan melanjutkan perjalanan ke rumah paklekku yang
tinggal di Subang :D. Dulu waktu masih SMP aku sudah pernah kesana
bersama paklekku yang paling muda dan juga sepupuku yang seumuran
denganku. Tadi pagi paklek bertanya padaku masuk tanggal berapa?
Setelah aku beritahu kalau aku masuk tanggal 20, dengan spontan paklek
mengajakku untuk main (lagi) ke rumahnya.
Sebenarnya aku rada malas juga ikut kesana, satu karena aku tidak
membawa pakaian ganti sama sekali (biasanya aku pinjam baju paklek
kalau menginap di desa), dua aku tidak membawa uang T~T huhuhuhu tapi
karena kali ini perjalanan akan ditempuh dengan naik mobil di pagi
hari (ini poin penting yang membuatku tertarik) apalagi perjalanannya
begitu jauh hingga nantinya sampai di Subang pada malam hari. Kebayang
gak betapa melelahkannya? Hahaha mungkin ini akan jadi perjalanan
terjauhku yang ditempuh dalam sehari saja :). Ya ya ya, sekarang
waktunya tidur biar besok pagi bisa melanjutkan perjalanan menuju ke
barat dengan semangat.

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Journey To The West