Path Facebook Instagram Twitter Google+

Happy Idul Adha

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Hai kawan semua :) lama juga ya aku tak menjamah blogku :( huhuhu gara-gara koneksi internet kayak siput nih jalannya, makanya jadi males buat ngenet apalagi ngeblog.

Kalau aku baca beberapa coretanku terdahulu masih banyak cerita bersambung yang aku janjikan terbengkalai menanti nasib akan kisah selanjutnya hehehe ya begini nih kalau berhadapan dengan pengobral janji. Aku pengin bikin buku!!! Ada gak sih yang mau ngajarin cara bikin kisah fiksi yang bagus? Begini ceritanya, kan aku memang dari kecil pengin juga nih punya buku karya sendiri yang bisa dinikmati orang lain, nah keinginan itu lagi-lagi timbul beberapa hari terakhir ini. Baca coretanku yang judulnya Community gak kawan? Di situ kan ceritanya tentang aku dan komunitas yang aku ikuti. Salah satunya adalah komunitas pecinta buku, di pertemuan itu kan kami membahas tentang sebuah buku yang kebetulan sang penulis juga ikut hadir disana nah baru-baru ini penulis tersebut sudah menerbitkan buku barunya lagi. Benar-benar yah, kalau sudah asyik dan terbiasa menulis memang tak ada hal bisa menghalangi. Jadi ingat bulan September lalu, tengok saja tulisanku di bulan itu, hanya beberapa hari saja yang terlewatkan tanpa menuliskan kisah baru di blog. Tak peduli walau hanya sekedar sapaan untuk pembaca ataupun kisah pendek yang aku sempat-sempatkan untuk menulisnya meskipun mengetiknya hanya melalui keypad hape bukan keyboard komputer :) sungguh nikmat, dan sekarang ini rasa nikmat itu mulai menguap lagi seiring dengan kembalinya rutinitas menjalani kesibukan yang itu-itu saja setiap harinya. Buat kawan semua yang sudah meluangkan waktunya sejenak demi membaca tulisan yang entah keluar begitu saja seenak hati ini, terima kasih banyak ya :) Oh iya... tulisan terakhirku masih aku tulis saat aku berusia 18 lho, kalau yang terbaru ini usiaku sudah 19. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang masih engkau titipan pada hambaMu ini.

Selamat Hari Raya Idul Adha.

www.klikdana.com" src="http://2.bp.blogspot.com/_AkJDIL5uAFo/TOJbywOUSAI/AAAAAAAABDU/OXh24ywcDVI/s1600/ki-dacom_adha.gif" border="0" alt="kartu dan gambar ucapan selamat hari raya idul Adha" />
Send to friends!

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Happy Idul Adha

Nano Technology (Part. 3)

Sebelum bercerita aku mau bilang kalau hapeku rusak :'( huhuhu. Tapi tadi sudah beli penggantinya kok :).

Yang sebelah kanan yang rusak (itu sedang dalam posisi dinyalakan setelah dimatikan tapi gak bisa masuk dan ada pesan eror yang menyatakan Data Abort) sedangkan yang kiri itulah hape bekas yang baru aku beli. Kemarin sampai mana ceritanya? Oh, yang waktu pulang baru nemuin tempatnya itu ya? Baiklah ayo kita lanjutkan ceritanya.

Aku yang berhasil menemukan tempat persembunyian CCCL tentu saja kembali bersemangat dan segera mengajak Muklis untuk masuk kesana. Karena ada orang yang masuk kesana juga sama-sama berkendara motor yang memarkir di halaman Muklis mengikutinya dari belakang, tapi... ada suara dari belakang.

"Masuk ke dalam Mas." seru pak satpam sambil mengacungkan telunjuknya menunjukkan arah tempat parkir yang benar.

Ternyata orang yang kami ikuti tadi adalah kurir yang sedang mengantar sesuatu :lol:. Usai memarkirkan kendaraan, kami berdua menuju ke tempat pameran karena takut ketinggalan. Begitu tiba di pintu masuk ruang pamer aku baru melihat satu orang yang sudah mengisi daftar kehadiran. Tak membuang banyak waktu aku pun segera mengisi daftar kehadiran tersebut lalu disusul oleh Muklis. Karena merasa sudah memenuhi syarat untuk boleh masuk ke ruang pamer aku langsung saja masuk kesana karena saat itu tak ada orang yang memberi tau. Aku dan Muklis tak melihat ada tanda-tanda kehidupan di dalam sana. Yang ada hanya poster-poster ukuran A3 berbahas Inggris dan Perancis. Sepertinya pameran belum dimulai, syukurlah. Kami keluar kembali dan melihat-lihat sekeliling ruangan terbuka yang terdapat banyak brosur tersedia di atas meja-meja yang bertebaran di sudut. Ada juga majalah Voila terbaru edisi 27 | Oktober-Desember 2010.

Disana juga terdapat 2 buah banner berdiri yang berisikan jadwal Expo Nano di beberapa kota di Indonesia dan satu lagi yang berisikan agenda kegiatan yang sedang berlangsung di CCCL selama bulan Oktober hingga Desember. Setelah aku membaca ulang jadwal yang ada di banner ternyata pameran baru dimulai jam 18.30 hari ini. Saat kami keluar dari ruang pamer tadi sudah ada seorang petugas yang berjaga di dekat pintu masuk di samping meja yang terdapat daftar kehadiran. Karena mendengar adzan yang telah berkumandang Muklis bertanya pada petugas perempuan itu dimana letak musholla. Setelah mendengar penjelasan dari petugas itu dia mengajak aku untuk mengikutinya. Kami melewati lorong yang ada di sebelah kiri ruang pamer sambil melihat-lihat begitu banyak poster yang tertempel di papan informasi sepanjang tembok. Setiap papan informasi dan ruangan disana diberi plat yang bertuliskan nama papan informasi atau ruangan tersebut dalam bahasa Perancis dan Indonesia. Kami melewati sebuah ruangan yang berjendela kaca dimana terdapat bule perempuan sedang asyik mengerjakan sesuatu di komputernya dan juga beberapa orang kita di dalamnya, kurasa ruangan itu adalah kantor. Setelah melewati ruangan itu ada papan informasi lagi yang berisikan acara-acara dari luar CCCL yang sedang maupun akan berlangsung di Surabaya. Usai melewati lorong itu tibalah kami di kafetaria dengan gaya dan makanan ala Perancis (mungkin, karena aku tak memesan makanannya :P) yang bernama Cirkel. Jika kalian pernah ke Perancis mungkin ketika main ke CCCL dan tak lupa makan di Cirkel bisa sedikit mengobati rasa rindu akan Perancis karena di kafe kecil ini kalian akan mendengar alunan musik dan lagu-lagu berbahasa Perancis.

Begitu melewati Cirkel Muklis belok ke kiri. Di sebelah sini adalah ruang kelas kursus bahasa Perancis, ada 3 kelas kalau tidak salah. Di kelas pertama aku tak menemukan seorang pun lalu di kelas kedua aku melihat seorang guru dan beberapa murid yang sedang beriteraksi dan di kelas ketiga aku melihat hanya ada seorang guru dan seorang murid yang tengah bercakap-cakap. Di sebelah lorong kelas ini merupakan halaman yang cukup luas dan di tengahnya ada panggung kecil plus layar tancap, mungkin ini adalah tempat mereka biasa memutar film seperti pada acara Q Film Festival yang telah berlalu kemarin (aku gak bisa hadir T~T). Ternyata kami tak menemukan musholla tersebut hingga ujung. Kami pun kembali dan bertanya sekali lagi pada pegawai Cirkel. Dieng! ternyata mushollanya tepat di samping kiri kami agak menjorok ke dalam hehehe. Usai sholat aku dan Muklis bersantai sejenak duduk di kursi depan musholla. Aku mendapat SMS dari Arifah yang mengatakan bahwa ada Gigi di kampusnya. Aku pun membalasnya dan bertanya kapan? gratis tidak?. Lalu dia menjawab nanti malam jam 20.00, disini hapeku kembali bermasalah dan mengeluarkan pesan singkat Data Abort. Seperti biasa aku langsung mencopot baterainya lalu menyalakan ulang hapeku. Aku membalas SMS Arifah dan berkata bahwa aku sedang berada di CCCL dia pun bertanya ada apa disana? Dan kubalas lagi ada expo nano. Jenuh hanya melihat tembok samping dapur Cirkel aku mengajak Muklis untuk pindah ke depan kafenya sekalian. Disana ada beberapa orang, ada yang sedang ber main laptop, ada yang sedang makan berasama teman-temannya, ada yang sedang serius menulis sesuatu sambil ditemani secangkir minuman. Muklis langsung duduk namun aku tertarik untuk mengambil salah satu koran yang tersedia di sana. Sebenarnya aku kesini ingin bertemu teman SMA ku Alto karena sudah janjian terlebih dahulu tapi karena hapeku lagi eror dan Muklis pun tak punya pulsa jadinya cuma bisa menunggu deh :). Kami mengamati isi bacaan di koran itu bersama karena memang tak tau arti dari bacaannya, yang aku ambil adalah The Jakarta Post :lol:.

Setelah merasa bahwa sudah waktunya aku mengajak Muklis untuk menuju tempat pameran digelar. Tiba disana kami kembali masuk, namun disana baru ada seorang petugas yang mengatakan bahwa pameran baru dibuka sebentar lagi. Kami kembali keluar dan duduk di kursi yang ada di lorong samping ruang pamer. Kami kembali ngobrol ngalor ngidul dan ketika lewat dua petugas yang membawa minuman dan makanan di depan kami, aku pun mengajak Muklis bangkit dan segera menuju ruang pamer. Aha, ternyata benar. Ruang pamer sudah boleh dimasuki dan kami berdua pun masuk ke dalam. Petugas yang menjelaskan adalah petugas yang tadi masih sendirian saat aku masuk untuk kedua kalinya setelah membaca koran. Beliau menjelaskan sedikit tentang apa itu nano teknologi yang juga sudah ada penjelasannya pada tiap poster yang tertempel di sebagian besar ruang pamer. Berikutnya bermain sambil belajar melalui permainan pengurutan model dan bentuk mahluk hidup juga benda mati. Disusun mulai yang tak terlihat oleh mata hingga begitu jelas di mata. Kunci jawaban permainan ini ada di sisi sebaliknya mainan itu sendiri. Lalu penjelasan kedua adalah contoh material yang terbuat dari nano teknologi berupa raket tenis dan molimot. Beliau menjelaskan bahwa plastik dengan campuran apa gitu aku lupa yang dibuat mengguanakan teknologi nano bisa melebihi kekuatan potongan baja. Aku mencoba memegangnya dan rasanya memang berbeda dan lebih solid. Selanjutnya penjelasan melalui visualisasi video yang di jalankan di DVD dan televisi.

Berikutnya adalah penjelasan yang paling aku sukai karena sejak tadi aku belum mengerti apa perbedaan utama teknologi nano dengan teknologi yang lainnya. Penjelasan kali ini adalah dengan praktek menimbang dua buah manik-manik berbentuk lingkaran dengan berat yang sama namun dengan volume berbeda, yang satu sebesar kacang dan satu lagi sebesar remah-remah roti. Yang sebesar kacang di timbang terlebih dahulu lalu dituangkan ke bejana persegi panjang, lalu yang sebesar remah-remah juga ditimbang dengan berat yang sama dan dituang ke dalam bejana yang lain. Disinilah aku baru menyadari letak perbedaan besar antara nano dan bukan nano! Anggap si kacang bukan nano, bejana yang terisi tak sampai setengah dan masih terdapat celah-celah kecil antara kacang satu dengan yang lain. Lalu anggaplah si remah-remah adalah nano, remah-remah mengisi penuh bejana tanpa ada celah antar remah. Menurut teori, teknologi nano adalah 33 fase pembukaan dari benda-benda yang masih bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Selanjutnya penjelasan terakhir adalah visualisasi lagi namun kali ini menggunakan program di laptop. Disana ada beberapa obyek yang masih bisa dilihat dengan mata telanjang manusia, ketika kita memilih obyek tangan maka pandangan kita akan di perbesar untuk melihat ada apakah di tangan itu. Ternyata di tangan itu ada nyamuk, klik lagi. maka kau akan melihat mulut nyamuk tersebut menembus kulit dan menghisap aliran darah yang berada paling atas di bawah lapisan kulit. Klik klik klik klik klik sampai ke dalam inti sel pun masih bisa diperbesar lagi. Berarti nano itu sekecil apaya kira-kira? Sekecil upilnya semut kah? hehehe. Setelah melihat dan mengerti semua penjelasan tadi, aku pun mengajak Muklis untuk pulang karena sudah lelah sekali.

 

Terima kasih buat yang telah membaca coretanku ini ;). Aku beri sedikit bocoran tentang kisah selanjutnya ya.

 

Hari ini kuliah libur karena Bu Lufi ada keperluan tapi karena harus bertemu dengan klienku untuk tugas praktek kerja maka aku dan teman-teman janjian untuk berkumpul di kampus.......... Sebenarnya tak ada niat untuk menjelajah Surabaya hari ini tapi karena rasa penasaran yang teramat kuat petualangan pun dimulai sejak meninggalkan kampus!

Night Adventure - Coming Soon

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Nano Technology (Part. 3)

Nano Technology (Part. 2)

Bingung ya membaca ketidak cocokan judul dan isi pada posting yang lalu? Hehehe :P. Baiklah-baiklah pada posting kali ini lah cerita yang benar-benar membahas nano teknologi akan aku ceritakan :D.

Karena belum ingin pulang dan kebetulan aku ingat ada Expo Nano, pameran tentang nano teknologi yang diselenggarakan oleh CCCL aku pun mengajak Muklis untuk kesana. Karena belum pernah tau dimana letak CCCL yang sebenarnya dan lagi-lagi hanya berbekal tau nama jalannya :lol: tak ayal kami pun mengulang kejadian pada saat mencari kantor klienku tadi. Ketika sukses menyeberangi jembatan yang menghubungkan Ngagel - Dinoyo - Darmo Kali, kami tau kalau arah ke Darmo Kali itu belok kiri dan jika ke kanan adalah arah menuju Dinoyo. Asyik melintas jalanan membuat kami tidak fokus dalam mencari dimanakah letak CCCL? Setelah usai menyusuri jalan itu hingga sampai pada ujungnya aku baru tau kalau ternyata jalan itu berujung di sebuah jalan yang ada di samping monumen perjuangan di depan terminal Joyoboyo. Karena tidak membuahkan hasil kami pun kembali lagi menyusuri jalan itu.

"Benar Darmo Kali?" Muklis bertanya padaku demi meyakinkan dirinya bahwa aku tidak salah.

Akupun menjawabnya, "Iya benar, coba sini aku pinjam hapemu buat lihat lokasinya dimana."

Karena memang aku mendapatkan informasi ini di facebook maka aku meminjam hape si Muklis untuk melihat alamat CCCL di halaman fb mereka. Kami berhenti sejenak daripada nanti terlewatkan lagi karena tidak fokus. Baru saja aku memilih bookmark facebook di Opera Mini lalu yang keluar adalah pesan yang menyatakan koneksi eror :doh:. Memang payah si Muklis, kalau tampang gak menjanjikan setidaknya pulsa harus menjanjikan dong :lol:. Terpaksa kami hanya melamun dan melihat sekeliling saja.

Muklis yang tadi saat kembali melihat tulisan ICDL bertanya lagi padaku, "Bener CCCL? Bukan ICDL?"

Aku yang tadi juga sempat melihat bangunan tingkat dua tempat dimana tulisan ICDL itu di tempel yang terlihat seperti ruko bagiku meyakinkannya lagi, "Bukan ICDL tapi CCCL!" sambil turun dari motor dan melepas helmku.

Apa kalian tau apa yang kutemukan di atas helmku? Kotoran burung! Muklis yang melihat juga kotoran itu malah tertawa kegirangan. Lalu dia berkata bahwa itu adalah rezeki. Rezeki apanya? Kalau yang kayak gini sih namanya sial! Lalu Muklis bercerita bahwa dia juga pernah di beri hadiah seperti aku ini oleh burung yang sedang terbang tepat di jari-jarinya saat dia hormat pada pelaksanaan upacara bendera Hahaha. Aku tidak sadar kalau berhenti di depan rumah bergaya arsitektur zaman Belanda yang artinya sudah ratusan tahun, Muklis lah yang memberitahuku. Di seberang jalan aku melihat dua anak SMA dan seorang bule yang keluar entah darimana.

Lalu aku bertanya pada Muklis, "Apa bule itu salah satu orang yang ada di CCCL ya?"

Muklis menimpali pertanyaanku dengan jawaban asal, "Bule kesasar mungkin."

Dasar Muklis, seharusnya si bule yang bilang begitu pada kami berdua. Pribumi kesasar! Di kota sendiri pula! Hahaha :lol:.

Ternyata si bule menuju ke arah yang berlawanan dengan kami. Aku rasa dia bukanlah bule CCCL karena kami sudah melewati jalan itu dua kali, sekali ke arah Wonokromo dan sekali ke arah Dinoyo. Karena sudah lelah aku mengajak Muklis untuk pulang. Jika kalian kebetulan lewat disini maka lihatlah bangunan-bangunan besarnya, bangunan besar disini kebanyakan bergaya arsitektur Belanda. Walau tersasar aku puas karena menemukan hal baru, bangunan tua dan jalan pintas ke Wonokromo tanpa lewat Darmo.

Christopher Colombus - Kalau saya tidak pernah berani tersasar, kalian tidak pernah menemukan jalan baru.

Begitu hampir sampai di lampu lalu lintas dekat jembatan yang kami lewati tadi aku menemukan CCCL! Ternyata disini kah tempat persembunyianmu? :lol:.

Wah, ternyata kisahnya masih belum kelar nih. Terpaksa dilanjutkan diposting berikutnya deh :P

Sampai jumpa lagi ;).

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Nano Technology (Part. 2)

Nano Technology

Tadi aku kuliah siang dan selesai sampai jam 3. Karena masih belum pernah bertemu secara langsung dengan klien untuk praktek kerjaku maka aku mengajak Muklis untuk ke tempat kerja sang klien yang berada di daerah Keputih. Aku sempat mengirim SMS pada beliau bahwa aku akan kesana sebentar lagi tapi beliau menjawab agar aku kesana besok saja jam 11. Setelah berpikir sejenak aku tetap memutuskan untuk kesana sekalian putar-putar mengabiskan bensin :lol:. Selama perjalanan kami berdua cerita ngalor ngidul hingga sudah hampir sampai di tempat tujuan barulah aku bertanya pada seseorang pemilik warung yang letaknya tak jauh dari Jl. Teknik Sipil. Orang tersebut menunjukkan arah tempat tujuanku yang ternyata sudah dekat sekali tinggak beberapa meter saja. Untung aku bertanya pada tempat yang tepat, seandainya tadi bertanya di tempat yang agak jauh lagi kan sayang kalau harus kembali. Begitu masuk ke gang yang ditunjukkan orang tadi aku kembali kebingungan. Gang berapa ya? Gang 1 atau 1A :doh: karena lupa gangnya kami pun jalan terus untuk mencari nomornya.

"Nomor 22, nah itu dia!" pekikku kegirangan saat menemukan rumah bernomor 22.

Hm, rasanya ini bukan kantor deh dan bukan juga kos-kosan (kantor klienku adalah kos-kosan yang disulap menjadi kantor, begitulah katanya). Aku berkata pada Muklis bahwa sepertinya bukan itu deh tempat yang aku cari. Sambil berhenti sejenak aku kembali mengingat-ingat.

Sambil melihat orang-orang yang berlalu lintas di gang itu aku berkata "Coba deh masuk ke gang 1A yang itu." telunjukku menunjuk gang kecil yang baru saja dilintasi 2 motor, yang satu keluar dan yang satu masuk.

Setelah masuk ke dalam gang dan mendapatkan nomor 22 yang kami cari barulah aku sedikit yakin. Kalau 22 yang ini memang pantas di sebut kos-kosan. Aku kembali bingung untuk bertanya pada orang atau tidak, karena jika aku bertanya aku mau tanya apa? Hehe. Aku bertemu dengan klienku ini hanya lewat Facebook dan nama di fbnya pun bukan nama sebenarnya :doh:. Karena aku sudah yakin bahwa memang benar itulah tempat aku cari maka akupun mengajak Muklis untuk pulang. Karena rasa penasaran si Muklis yang selalu berlebihan kami tidak keluar lewat jalan dimana kami masuk rapi lewat gang kecil lainnya yang ada di depan. Begitu keluar dari gang itu maka kami kembali berada di jalan Arif Rahman Hakim :).

Cerita ini belum berakhir hanya sampai disini, tunggu kelanjutannya ya ;).

Posted via email from Nyol's Posterous

Baca Selengkapnya - Nano Technology